Gading Gajah Bagi Orang Flores ( lamaholot ) - Marwansya Blog

Adsense 728x90

Gading Gajah Bagi Orang Flores ( lamaholot )


Taring gajah di Tempat lain seperti Afrika dan daerah Eropa di gunakan untuk Hiasan dinding, dan kerajinan lainnya, bahkan di Afrika digunakan sebagai pagar Rumah.

Tetapi bagi suku-suku yang mendiami kepulauan Flores dan kepulauan Solor, mereka menggunakan Taring gajah sebagai Mahar untuk meminang seorang wanita. 
Suku tersebut adalah Suku Lamaholot.
Suku Lamaholot mendiami Flores timur, adonara, solor dan pulau Lembata.

Taring gajah adalah simbol atau salah satu sarat penting untuk meminang seorang Wanita dan dapat di gunakan juga untuk membalas jasa pada ibu mempelai wanita.

Bahakan  Suku Lamaholot menggunakan taring gajah sebagai denda jika Salah seorang melakukan tindakan atau kesalahan pada orang lain, seperti membawa lari anak gadis orang, menghamili anak orang diluar nikah (gowa sagi  dalam bahasa  Lamaholot) pencemaran nama baik, dan menggangu istri orang lain, dll.
Semua ini di atur di dalam hukum adat yang berlaku turun temurun sejak dahulu kala. Hukum adat dari suku Lamaholot tidak di tulis tetapi secara lisan. Mereka mendengar hukum adat dari Orang tua(genan Koda) sehingga dari kecil mereka telah mengenal hukum adat yang berlaku di daerah mereka.

Taring gajah Yang merupakan Hasil dari mahar seorang wanita tidak akan di jual tetapi mereka menyimpan-nya  sebagai harta Dalam marga mereka. Tetapi Taring gajah itu akan berpindah ke Marga lain jika salah seorang dari marga mereka mengambil istri dari marga lain.

Taring gajah (Bala dalam bahasa Lamaholot)adalah Harta Warisan suku selain emas batangan (petaka) dan Anting Emas (Belaong) karena Taring gajah begitu   penting dalam suku mereka, mereka sangat menghargai Pemilik taring yaitu gajah. Mereka memanggil gajah dengan Nenek.

Dari mana mereka mendapatkan Taring gajah ?

Dahulu kalah gajah pernah Hidup di daerah mereka. Gajah di daerah mereka tidak seperti di Afrika dan Sumatra. Gajah mereka berukuran kerdil tetapi memiliki Gading yang besar. Hal ini di buktikan dengan penemuan Fosil gajah (stegodon Florensis)di daerah Flores tahun 1959 di(kabupaten Ngada). Ada juga Gading gajah yang berumuran 800 tahun lalu di Rumah Adat Lewohala,(desa Baopukang, Kabupaten Lembata, Nusa tenggara timur)


Taring gajah berumur kurang lebih 500 tahun di Rumah adat Lewohala


Peneliti Indonesia dan peneliti asing melakukan penelitian ilmiah secara berkala setelah membaca hasil temuan fosil gajah purba di lokasi Ola Bula (Ngada) pada tahun 1956, oleh seorang pastor Belanda, Theodor Verhoeven. Verhoeven adalah seorang guru bahasa Latin di Seminari Mataloko.

Dia menghabiskan hampir seluruh waktu luangnya untuk mengeksplorasi situs Purbakala di Flores 

Pada lokasi Matamenge dan Boa Lesa Verhoeven juga menemukan alat-alat batu primitif yang terkait dengan fosil gajah purba, namun, tidak seperti di Jawa, tidak ada fosil manusia yang ditemukan di Flores untuk dapat mengungkapkan identitas dari pembuat alat batu tersebut.

Pada tahun 2010 hingga 2014 penelitian bertemakan In Search Of The First Hominins. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan misteri seputar temuan manusia endemik Homo floresiensis yang hidup sekitar 100.000 hingga 16.000 tahun lalu di daerah gua Liang Bua, Manggarai dan secara khusus melacak keberadaan moyangnya yang diperkirakan berasal dari manusia pembuat alat batu di Cekungan Soa yang hidup sekitar 1.000.000 hingga 700.000 tahun yang  lalu.

Dari hasil penggalian ditemukan hampir 3000 spesimen fosil dan yang terbanyak adalah fosil gajah purba (Stegodon florensis).

Kemungkinan Jenis gajah inilah yang di gunakan Masyarakat Flores,Adonara dan Lembata sebagai alat untuk meminang Seorang wanita.

Suku Lamaholot menggunakan Taring gajah sebagai Alat meminang wanita, masih berlaku Hingga sekarang ini.

Walaupun Sekarang pemerintah mengeluarkan larangan untuk menjual belikan Taring gajah. Tetapi inilah Tradisi, adat budaya mereka. kita yang sebagai generasi hanya meneruskannya.

Taring gajah mempunyai harga yang fantastis mulai dari Rp 100 juta hingga 200 juta/batang. Harga tergantung dari ukuran besar kecilnya Taring tersebut.

Dari sini kita tahu bahwa betapa berpegang teguh nya orang Lamaholot memegang Adat mereka. Betapa setianya mereka kepada Warisan leluhur mereka.

Jadi apakah anda mau memiliki wanita Lamaholot..?

Siapkan Taring gajah anda.


Syair Lamaholot
Ama...
Ake Mai Puhung Koda..
Puhung Koda tebelara
Ti miang Nara nai Gepar Nara...
     Ina ata budhin dike..
     Ake mai Horong Kirin...
    Horong Kirin tepelate.
     Ti miang nuba nai maring Nuba..

Artinya :
Ayah...
Jangan engkau sembunyikan Pesan
Sembunyikan pesan sangat berbahaya
Agar nanti Genarasi memberitahu ke pada Generasi berikutnya.
         Ibu yang baik hati
         Jangan engkau sembunyikan Pesan
         Sembunyikan pesan berbahaya
       Agar nanti, anak akan menyampaikan kepada anak cucu.

(Maksud dari syair di atas adalah Memberitahukan kepada ayah dan ibu kita agar terus menyampaikan /mengajarkan petuah/ istiadat kita agar jangan sampai di sembunyikan atau Hilang.Karena karma akan membalas pada anak cucu nanti apa bila mereka tidak tahu Hingga melanggarnya.)
     
*    INTERMEZO  *
Ama :  ayah
Ina : ibu
Nara : generasi
Nuba : anak
       
       NUBA NARA
(Generasi Mudah)
Tanah Nusa bunga (Pulau Flores)
Tanah Lepan batan (pulau Lembata)
Tanah Adonara (pulau Adonara)

Post a Comment

0 Comments