Terong Yang Berakhir Di ATM - Marwansya Blog

Adsense 728x90

Terong Yang Berakhir Di ATM

Cerita ini Mengisahkan Betapa kejamnya kehidupan ini Disaat kita harus memilih satu diantara dua yang sama saja buruknya, bagi anda yang suka membaca silahkan di simak.

Cerita ini berawal di saat anak dan ayah berjalan bersama menuju ke rumah saat pulang dari sholat jumat, di tengah perjalanan sang ayah sebut saja namanya Mudikin bertanya pada anaknya Jamin, Seperti ini.

Mudikin : Nak kamu dengar ceramah tadi kan?

Jaminin : Ia Pak, Kenapa?

Mudikin : Pak Ustat tadi ceramah mengatakan kita harus berbakti pada siapa?

Jaminin : Ibu Pak..

Mudikin : Lalu siapa?

Jaminin : Ibu lagi Pak..

Mudikin : Lalu siapa Lagi?

Jaminin : Ibu Lagi pak..

Mudikin : Baru Siapa?

Jaminin : Lalu Bapak..

Mudikin : Jadi ibu ada berapa??

Jaminin : Ada tiga Pak...

Mudikin : Oke, jadi sampaikan itu nanti pada ibumu saat sudah sampai di rumah.

Mereka Pun melanjutkan perjalan merekan menjuh ke ruma yang tidak terlalu jauh dari rumah mungkin sekitar lima atau tuju kilo meter.
Sesampai di rumah Jaminin sang anak langsung menuju ke dapur, karna sang ibu berada di dapur dan menceritakan apa yang di tanyakan bapaknya pada perjalanan tadi.

Jaminin : ibu-ibu, tadi di mesjid pak ustad ceramah katanya anak harus berbakti pada tiga ibu lalu satu bapak, itu bapak yang suruh bilang.

Ibu : Ini Sayur apa nak? (kebetulan saat itu sang ibu sedang memotong-motong sayur tewrong).

Jaminin : Sayur Terong Bu'..

Ibu : Agar bisa di nikmati bersama harus di apakan?

Jaminin : Di Masak Bu'..

Ibu : Sebelum di masak Harus Di??

Jaminin : Di Potong-potongf  bu'..

Ibu : Oke, sampaikan itu nanti pada Bapakmu...

Begitulah Ceritanya, karna si ibu tidak sudi di madu, dan si bapak tidak rela di potong-potong akhinya mereka berdua memutuskan untuk cerai, namun yang menjadi masalah si jaminin harus ikut siapa, bapak atau ayah, sedangkan ibu juga tidak mau mengalah, akhirnya mereka melanjutkanya ke pengadilan.

Di ruang sidang suasana menjadi ramai karna pertengkaran mereka.

Ibu : Memang saya yang seharunya yang membawa anak itu, karna anak itu keluar dari rahim saya.

Namun Si bapak Tidak mau Mengalah.

Bapak : Tidak bisa saya yang harus membawa anak itu, coba bapak sekalian pikirkan jika kita masuk kedalam Atm untuk mengambil uang, tentunya kita harus memasukan kartu atm bukan? jika tidak mana mungkin uang akan keluar dari mesin atm.

Mendengar Argumen Si bapak suasana pengadilan menjadi sunyi dan membuat hakim kagum dengan argumen si bapak tersebut hingga pada akhirnya pengadilan memutuskan untuk meminjam atm si bapak dan beramai-ramai ke mesin atm terdekat.

Post a Comment

0 Comments