Acer Switch Alpha 12 Dengan Pendigin Tanpa Kipas - Marwansya Blog

Adsense 728x90

Acer Switch Alpha 12 Dengan Pendigin Tanpa Kipas


Laptop Dengan kinerja tinggi Tentunya membutuhkan kipas yang berputar kencang dan bersuara bising untuk meredam panas, beda halnya dengan Acer Switch Alpha 12, Dengan menggunakan pendingin fanless (tanpa kipas) yang bernama Liquid Loop, memberi solusi pendinginan dengan banyak kelebihan. 

Meski tanpa kipas, pihak Acer mengklaim bahwa sistem pendingin ini bisa meredam suhu prosesor laptop dengan efektif sehingga perangkat yang bersangkutan tak bakal kepanasan. “Kami sudah coba uji dengan software benchmark 3D Mark. Switch Alpha 12 bisa menjalankannya dengan stabil selama 6 jam,” tutur Presales Manager Product Department Acer Indonesia, Dimas Setyo, dalam sesi hands-on di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Perangkat komputer biasanya diuji kestabilannya dengan menjalankan software “berat” macam benchmark secara terus menerus. Apabila kepanasan, prosesor akan mengalami error sehingga sistem menjadi tidak stabil dan crash.

Berbeda dengan Switch Alpha 12 milik acer ini, selain stabil, menurut Dimas, sistem pendingin Liquid Loop juga menjaga suhu perangkat di angka yang relatif rendah. “(Saat benchmark) Temperatur permukaan laptop kami ukur berada di kisaran 47 derajat, sementara prosesor di dalamnya sekitar 60 derajat. Ini termasuk rendah,” imbuh dia.

Dimas menambahkan bahwa Liquid Loop memberikan keuntungan lain di samping jauh lebih senyap dibandingkan sistem pendingin konvensional, Karena tak membutuhkan kipas yang menyedot dan menghembuskan udara lewat lubang ventilasi, interior Switch Alpha 12 pun bebas debu, Hal ini diklaim mempermudah perawatan dan bisa memperpanjang umur perangkat. “Kalau laptop dengan pendingin kipas, harus dibersihkan karena penyumbatan debu bisa menghambat pelepasan panas,” ujar Dimas.

Cara kerja Liquid Loop Acer
Sistem pendingin Liquid Loop sendiri terdiri dari pipa logam yang disusun mengelilingi prosesor dan tersambung dari satu ujung ke ujung lain (loop). 
Bagian dalam pipa ini berisi cairan khusus yang berfungsi sebagai penghantar panas dari prosesor. Cara kerjanya, panas ditransfer dari prosesor lewat heatpipe ke sistem Liquid Loop. Panas ini membuat cairan di dalam Liquid Loop menguap. Uap cairan berjalan mengelilingi pipa layaknya uap air. Sepanjang jalan, uap tersebut mendingin dan kembali berubah menjadi cairan (kondensasi). Uap yang telah menjadi cairan itu lantas terkena panas dari prosesor dan kembali mengulangi proses di atas. 
Cara kerjanya ini mirip dengan pendingin air pada kendaraan bermotor. Hanya saja, cairan yang digunakan memiliki titik didih lebih rendah dari air sehingga bisa menguap di suhu kurang dari 100 derajat Celsius dan tidak membutuhkan radiator untuk melepas panas. 
Switch Alpha 12 pun bisa beroperasi dengan senyap. “Saya sendiri tak tahu jenis cairannya apa. Tapi ini dijamin aman karena anti bocor,” ujar Dimas. 
Di pasaran Indonesia, Acer Switch 12 yang memiliki bentang layar 12 inci serta datang dengan aksesori keyboard dan stylus ini dijual dengan banderol Rp 13.799.000 untuk versi dengan prosesor Core i5-6200U, RAM 4 GB, dan SSD 256 GB. Versi lain dengan Intel Core i7-6500U, RAM 8 GB, dan SSD 512 GB dihargai Rp 19.999.000.

Post a Comment

0 Comments