Penjahat Cinta Part 5 - Marwansya Blog

Adsense 728x90

Penjahat Cinta Part 5

penjahat kelamin part 5
Satu minggu tak terasa telah berlalu dengan cepatnya, libur bagi si gadis malang telah tiba, persiapan menuju kota sang pria pujaan pun telah ada, maka ia pun berangkat menuju kota cintanya, namun tanpa sepengetahuan sang pria, karna ia ingin memberi surprise pada sang pria, berbekal alamat (moga aja bukan alamat palsu) dan dua potong roti (pembalut maksudnya, maklum pada saat melakukan pejalanan ia masih halangan) ia melakukan perjalanan indahnya, dua hari di atas kapal di lalui dengan hati yang berbunga-bunga, sepanjang perjalanannya yang nampak di wajahnya hanyalah senyum dan wajah ceria, bahagia karna akan bertemu dengan pria yang telah lama ia rindukan.

Pelabuhan pun sandar pada kapal (eh kebalik mas) pada pukul 10 siang lewat seperempat lewat lagi dikit (sebutin menit aja napa mas), sang gadis tidak menunggu lama, ia pun bergegas turun, saat ia melangkah Menjauh dari kapal menuju pintu keluar dari pelabuhan ia mengambil heandphone milik tetangga (jiakh masa' milik tetangga?) dari sakunya ia mencoba untuk menghubungi si pria pujaan hati namun apa yang terjadi ''nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan silahkan bla bla dan bla'' kata seorang oprator wanita yang sekian lama ngumpet di dalam heandphonenya, dan sekali lagi atas nama cinta ia dapat memaklumi kesibukan yang di alami kekasinya, jadi ia akan mencari sendiri dimana rumah sang pujaan hati, bermodalkan alamat dan GPS heandphone yang ternyata tidak berpungsi, dan dengan sangat terpaksa harus di gantikan dengan tukang ojek handal dan berpengalaman di bidangnya, tukang ojek yang di pilih telah melewati audisi yang sangat ketat (stop lebay dah, nyari alamat aja pake audisi tukang ojek sgala), sang gadis pun berangkat dari pelabuhan menuju rumah kekasihnya bersama tukang ojek.

Sepanjang perjalanan sang gadis merasa gelisah entah kenapa, belum lagi perjalanan yang di lalui cukup lama (belakangan di ketahui ternyata tukang ojek sengaja muter-muter biar bayaranya mahal) namun tak menjadi masalah bagi si gadis malang, karna rindunya telah mengalahkan segalanya, hingga akhirnya sampai juga di rumah sang kekasih, ''itu mbak rumahnya'' kata tukang ojek yang menunjuk ke arah rumah yang sepertinya sedang mengadakan pesta, ''owh trimakasih yah om, ini ongkosnya ambil aja kembaliannya..!!'' kata si gadis, ''kembalian apaan ini aja kurang.??'' bantah si om-om yang propesinya tak lain dan tak bukan seorang tukang ojek, ''owh kurang ya om maaf utang aja dulu'' jawab si gadis, dengan pasrah si om pun pergi.

Berbeda dengan si gadis sok imut yang malang, jantungnya berdebar kencang saat ini, perasaanya semakin gelisah dan tak menentu ketika melihat tenda biru di depan rumah yang di tunjuk oleh si om tukang ojek tadi, dalam hati ia berpikir ''siapakah gerangan orang yang sedang sunatan di dalam sana?'' ia pun terus melangkah menuju rumah tersebut, semakin dekat semakin jelas terlihat bahwa itu bukan acara sunatan tetapi acara pernikahan, karna di bagian depan tepatnya di pintu gerbang banyak remaja yang duduk mengenakan pakaian adat yang biasa di sebut ''pagar paha'' (salah lagi mas), sesampainya di pintu gerbang si gadis manis yang malang bertanya pada remaja yang sedang asik bercanda dengan teman yang ada di sampingnya ''mat siang de', boleh numpang tanya, apa benar ini rumahnya mas ********* '' tanya si gadis malang ''iya benar mbak'' jawab remaja berpakaian adat itu, ''owhh trus mas ********* ada?, boleh saya bertemu dengannya??'' tanya lagi si gadis 80kg, ''silahkan, ada disana'' jawab si gadis pagar paha sambil menunjuk ke arah kursi pelaminan yang tidak biru, dari luar rumah tepatnya di pagar ia (si gadis malang) menatap tajam kedalam tepat di kursi pelaminan yang tidak biru, ia memperhatikan sesosok pria mengenakan pakain pengantin, pria yang familyar di matanya, yang tak lain dan tak salah lagi adalah si pria bejat berhidung belang, kekasih hati yang selama ini ia rindukan, kini bersanding dengan gadis cantik bertubuh langsing.

Bagai pisau yang sangat tajam menusuk dadanya, seketika itu juga ngilu yang sangat menyakitkan terasa menusuk ke dalam dada, ingin ia berteriak keras dan menangis, mengeluarkan semua beban di dada namun malu dengan orang yang ada di pesta itu, ia kini hanya mampu menatapi dari kejauhan wajah orang yang ia rindukan tersenyum bahagia di kursi pelaminan tanpa menyadari keberadaanya saat itu, dengan hati yang pilu ia meninggalkan rumah itu, wajahnya tak mampu lagi menatap ke depan, air mata yang mengalir di wajahya tau mampu lagi ia usap, ia hanya bisa melangkah dan terus melangkah menjauh dari rumah itu dan juga menjauhkan perasaan cinta yang ada dalam hatinya, dengan hati yang pilu seakan langkah kakinya semakin terasa berat, bahkan sesekali terhenti, kini ia hanya bisa menyesali keputusan bodoh yang di ambilnya dulu, andai dulu ia tak menerima permintaan cinta si pria bejat, mungkin tak akan sesakit ini, yah penyesalan hanya tinggal penyesalan dan anggap semua ini adalah pengalaman untuk hidup baru yang akan datang.

#SEKIAN & TERIMAKASIH#

Post a Comment

0 Comments