Pulang dugem - Marwansya Blog

Adsense 728x90

Pulang dugem

menuliskan beberapa kata lalu menghapusnya kembali, mungkin adalah pekerjaan yang melelahkan dan bisa di kategorikan pekerjaan yang bodoh, namun faktanya itulah yang terjadi saat ini, saat dimana saya mencoba untuk menuliskan cerita ini, karna saya sendiri bingung mau memulai cerita ini darimana, maklum saja otak saya kan pas-pasan, jadi masih banyak kekurangan di dalamnya baik itu perbuatan maupun kosa kata, namun saya merasa menuliskan sebuah cerita sepertinya sudah menjadi kewajiban yang harus saya kerjakan, ibarat perut yang kosong haruslah di isi itulah sebuah kewajiban yang di haruskan.

Seperti judul yang sobat baca di atas tentunya telah memiliki bayangan tentang apa yang nantinya saya akan ceritakan, yah sangat benar, pasti di pikiran sobatku telah muncul kata ''mabuk'' karna kata dugem identik dengan mabuk atau selalu di kait-kaitkan dengan mabuk (kayak kail aja), namun tentunya kali ini saya tidak akan membahas tentang mabuk atau menjelaskan berbagai hal tentang mabuk karna saya hadir kali ini untuk bercerita, walau ceritanya masih berhubungan dengan mabuk.

Okey daripada berlama-lama dan anda semakin bosan karna saya berbelit-belit atau mungkin karna penasaran maka baiknya kita mulai saja namun sebelumnya jika anda penikmat kopi silahkan ke dapur dulu untuk membuat kopi agar cerita ini lebih terasa nikmat dan seru (jiah makin lama aja lo).

Malam ini ibu hamida (nama palsu) dan ibu jubaedah (nama rekayasa) baru pulang dari dugem, kedua ibu yang berjiwa muda ini mabuk berat hingga langkah kakinya pun tak beraturan menyusuri jalan setapak yang menuju ke rumah mereka masing-masing, di tengah perjalanan tepatnya di sekitar areal tanah pemakaman mereka berdua sangat kompak, mereka berdua sama-sama meransa ingin buang air kecil jadi mereka berdua mencari semak-semak yang terdekat untuk melakukan ritual buang air kecil, karna mereka buang air kecilnya berdekatan jadi mereka masih sempat ngubrul,

hamida : jeng bis pipis lap pake apa nie gada tisu??

jubaedah : ohhh kalo saya pake CD aja jeng, habis pake CDnya di buang..

hamida : waduhhh kalo saya gak bisa gitu jeng...

jubaedah : emang kenapa jeng???

hamida : CD punya saya harganya mahal, baru beli kemaren limited edition pula..

jubaedah : jadi bagaimana dong jeng??

hamida : bantu cari kertas apa ke' kertas koran atau apa gitu...

Karna mereka berada di areal pemakaman jdi sangat mudah menemukan kertas, walau itu kertas dari rangkaian bunga duka untuk orang yang telah pergi, namun karna efek dari mabuk mungkin semua itu tidak di hiraukan oleh mereka.

Bisa di katakan bukan kebetulan lagi, tiap hari suami mereka berdua bertemu (suami dari ibu jubaedah dan hamida), begitupun pagi ini, mereka berdua berjalan ke t4 kerja bersama karna tempat kerja mereka masing-masing tidak jauh dari rumah, ''hay mas apa kabar'' sapa suami ibu jubaedah saat bertemu dengan suami ibu hamida di jalan, ''baik mas, kalau mas bagaimana??'' jawab suami ibu hamida, ''alhamdulillah baik juga mas, ohh ia mas istri kita berdua tadi malam dari dugem tuh mas'' ujar suami ibu subaedah membuka pembicaraan baru, ''ia saya tau itu, saya lihat dia mabuk berat tadi malam, sebagai suami sebenarnya kita harus melarang mereka untuk ke tempat seperti itu.'' jawab suami ibu hamida sambil memperlambat jalanya, ''ia betul itu mas, parahnya lagi mas istri saya pulang-pulang sudah tidak pakai celana dalam,'' suami ibu subaedah mengiayakan saran dari suami ibu hamida, ''hmmm bukan itu saja mas, di celana dalam istri saya, saya menemukan selembar kertas dengan tulisan (KAMI SEGENAP ANGGOTA KOREM TNI-AD TAKKAN MELUPAKAN JASA-JASAMU!) parah buakan'' suami ibu hamidah menambahkan.

Post a Comment

2 Comments

Setiap kata dari anda adalah motivasi bagi blog ini untuk menjadi lebih baik.